Proyek Pembangunan Sekolah SMAN Cibitung Sukabumi sebesar Rp 6,5 Milyar diduga Mangkrak

Sabtu 14 Feb 2026, 09:26 WIB

Sukabumi, Suara Rakyat Jabar New.Com – Pembangunan sekolah baru, Sekolah Menengah Atas Negeri atau SMAN 1 Cibitung di Kampung Kubang – Pasirgede, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan warga sekitar. Pasalnya, pengerjaan pembangunan tersebut terhenti meski bangunan belum rampung sepenuhnya.

Dari pantauan Suara Rakyat Jabar News.Com di lokasi proyek, Sabtu (14/2/2026) tidak terlihat adanya aktivitas pekerja. Area pembangunan tampak sepi tanpa kegiatan konstruksi. Sementara itu, papan informasi proyek dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat masih terpasang di area depan bangunan.

Dalam papan informasi tersebut tertulis kegiatan: Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Atas. Pekerjaan: Pembangunan Unit Sekolah Baru SMAN 1 Cibitung Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi.

Adapun Addendum Surat Perjanjian tercatat dengan nomor 7295/KU.11.08/PSMA tertanggal 11 Desember 2025. Nilai kontrak proyek mencapai Rp6.586.161.600, dengan tahun anggaran 2025. Waktu kerja tercantum selama 50 hari kalender, dengan ketentuan denda 1/1000 (satu per seribu). Proyek tersebut dikerjakan oleh penyedia jasa CV. Putra Putri Mandiri.

Kepala Desa Cibitung, Iji Pahrudin, membenarkan pengerjaan proyek sudah tidak berjalan sejak dua minggu terakhir. Bahkan, menurutnya, kontrak pekerjaan telah diputus.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari pihak penyedia jasa, kendala yang dihadapi berkaitan dengan persoalan keuangan. Disebutkan bahwa belum ada pencairan dana lanjutan sesuai tahapan progres dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain itu, di lapangan masih terdapat persoalan pembayaran material yang belum terselesaikan kepada pengusaha lokal.

Jika melihat progres di lapangan, pembangunan diperkirakan dibawah 80 persen. Namun, sejumlah pekerjaan masih belum diselesaikan, di antaranya pemasangan keramik, pengecatan, instalasi listrik, serta satu lokal bangunan yang baru tahap cut and fill.

“Kalau tidak salah totalnya ada tujuh lokal, ditambah kantor dan MCK,” tambah Iji

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terkait kelanjutan pembangunan tersebut. Warga berharap proyek pembangunan sekolah tersebut dapat segera dilanjutkan agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.

Donie lusiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *