Pemerintah Tengah Mengkaji Struktur Dan Mekanisme cukai Rokok yang Diduga ada potensi permainan.
Suara Rakyat Jabar News.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pemerintah tengah mengkaji struktur dan mekanisme cukai rokok. Ia bahkan menyinggung adanya potensi permainan dalam distribusi pita cukai.
“Nanti saya lihat lagi, saya belum menganalisis dengan dalam seperti apa sih cukai rokok itu, katanya ada yang main-main, di mana main-mainnya,” kata Purbaya,
Menkeu Purbaya menambahkan bahwa keputusan lebih lanjut termasuk kemungkinan penyesuaian porsi cukai akan menunggu hasil studi yang dilakukan pemerintah.
“Tergantung hasil studi dan analisis yang kita dapatkan dari lapangan,” tegasnya.
Di tengah kajian tersebut, beban pita cukai memang masih menjadi komponen terbesar dalam laporan keuangan produsen rokok.
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mencatat pengeluaran pita cukai sebesar Rp32,14 triliun per 30 Juni 2025, turun 4,11% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp33,52 triliun.
Beban pita cukai itu setara sekitar 70,59% dari total beban pokok HMSP di semester I-2025 yang sebesar Rp45,53 triliun.
Sementara itu, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) melaporkan beban pita cukai, PPN, dan pajak rokok dalam pos biaya pokok pendapatan sebesar Rp32,89 triliun pada semester I-2025, sedangkan pada semester-I 2024 angkanya adalah Rp38,18 triliun.
Adapun sebelumnya Manajemen Gudang Garam sempat menegaskan bahwa tekanan cukai masih membebani kinerja keuangan.
“Profitability kami itu masih rapuh. Kenaikan cukai yang sudah terjadi belum seluruhnya atau belum dapat terkompensasi oleh kenaikan harga yang proporsional,” ujar Direktur GGRM Heru dalam paparan publik, Kamis (18/9/2025).
Redaksi :Suara Rakyat Jabar News
Tim Red.
